Selasa, 09 September 2014

Obral Diskon Mobil Baru Tak Pengaruhi Mobkas

// // Leave a Comment
Jakarta, KompasOtomotif – Umbar diskon besar mobil baru yang terjadi belakangan ini tidak berdampak pada permintaan mobil bekas. Meski harga beli baru terpangkas potongan harga, penyusutan tetap dinilai dari harga jual resmi. Karena beda harga terpaut cukup signifikan, jadi peminatnya tetap ramai.
“Mobkas punya pasarnya sendiri,” ujar Girindra Wardhana, Marketing Head Used Car Indomobil Finance, di Jakarta, Rabu (18/6/2014).
Biaya pembelian mobkas bisa lebih ditekan, apalagi bila menggunakan sistem kredit dari leasing. Kendati kebijakan Bank Indonesia menerapkan uang muka 25 persen dari harga beli  mobkas –sama seperti mobil baru-, patokan harganya jauh lebih rendah.

“Dari situ saja sudah jauh beda. Misalnya, mobil tahun 2010 banderolnya Rp 120 juta, 25 persen dari situ sudah ketahuan berapa. Nah kalau mobil baru model sama, jauh lebih mahal,” ungkapnya lagi.
Masih ada lagi keuntungan lain, unit yang diminati ready stock. Selain itu asuransi mobkas bisa dipersempit hanya menggunakan TLO (Total Lost Only), diambil 1 persen dari harga pembelian. Sedangkan di mobil baru, asuransi yang digunakan All Risk, tiga persen dari harga resmi.
Indomobil Finance kembali bangkit di akhir 2013 setelah diputuskan “mati suri” pada 2008. Selama beroperasi, sirkulasi mobkas setiap bulan bisa mencapai 250 unit.

0 komentar:

Poskan Komentar