Rabu, 27 Agustus 2014

Ingin Aki Motor Awet? Stabilkan Sistem Pengisian

// // Leave a Comment
Bekasi, KompasOtomotif – Ternyata, usia pakai aki sepeda motor tak hanya bergantung pada pemakaian dan perawatan. Sistem pengisian atau suplai listrik ke aki juga menjadi faktor penentu. Ini berbeda dengan mobil yang rata-rata sudah menggunakan regulator canggih dan alternator besar, sehingga pengisian aki jauh lebih stabil.

Jari Hermanyanto, Mechanic in Chief DMS motor, bengkel spesialis kelistrikan dan efisiensi sepeda motor di Jati Asih, Bekasi, mengatakan bahwa sistem pengisian harus diperiksa sesekali. ”Usia pakai aki juga tergantung pada kestabilan pengisian,” jelasnya. Kepada KompasOtomotif, (5/3/2014).

Dijelaskan, pada saat mesin hidup, kumparan atau biasa disebut spul akan menghasilkan listrik yang dikontrol oleh regulator. Listrik inilah yang akan mengisi aki. Besarnya pengisian ke aki harus pas, tidak boleh kurang, juga tidak boleh berlebih.

Jika pengisian kurang dari kebutuhan, listrik di aki akan habis alias tekor. Sebaliknya jika berlebih, aki akan mendapat tekanan terlalu banyak, biasanya akan menggembung dan tentu saja rusak.

PerumpamaanAki ibarat ember berisi air dengan keran di atasnya. Lalu air itu digunakan untuk mandi. Orang yang mandi diumpamakan peranti kelistrikan seperti starter, lampu, klakson dan sebagainya. Sedangkan keran diibaratkan sebagai regulator.

Saat air dipakai untuk mandi, keran harus menyuplai air untuk menjaga ember tetap penuh. Saat air tidak digunakan, maka keran harus dikecilkan alirannya. Jika keran tidak mengalirkan air dengan cukup saat ada orang mandi, air di ember akan habis. Begitu pula sebaliknya jika kucuran air berlebih sementara penggunaan tidak ada, maka air akan meluap.

”Begitu seterusnya selama sepeda motor digunakan. Jika menyalakan lampu atau membunyikan klakson saat mesin mati, artinya keran juga tidak menyuplai air, dan air di ember akan berkurang,” beber Jari detail.

Volt MeterUntuk memastikan pengisian aki sesuai, paling tepat menggunakan ampere meter. Namun cara paling mudah, mengecek tegangannya dengan volt meter. Alat ini ini bisa menjadi multitester biasa yang banyak tersedia di pasaran, atau ada pula volt meter sebagai aksesoris motor.

Saat mesin mati, tegangan di aki yang sehat sekitar 12,3 – 12,6 Volt. Saat mesin hidup, tegangan akan naik maksimal 14,2 Volt. Jika lebih dari itu, maka pengisian berlebih dan akan memperpendek umur aki.

Saat listrik digunakan, misalnya lampu rem, klakson dan sein hidup, tegangan aki minimal adalah tegangan saat mesin mati. Jadi tidak boleh kurang dari 12,3 V. Kalau kurang, berarti aki tekor, artinya listrik di aki akan cepat habis dan rusak. ”Jika aki rusak dalam kurun waktu kurang dari setahun, pemeriksaan sistem pengisian harus dilakukan sebelum mengganti aki baru,” tutup Jari.

0 komentar:

Poskan Komentar